
Bisnishotel.id, BANDUNG — Director of Sales & Marketing Sutan Raja Hotel & Convention Centre Soreang Bandung, Rahmat Hidayat menapaki perjalanan panjang di industri perhotelan sebelum dipercaya memimpin strategi penjualan dan pemasaran hotel. Berbekal pengalaman dari berbagai posisi operasional hingga sales, Rahmat kini fokus memperkuat bisnis hotel melalui optimalisasi kanal penjualan, digitalisasi, dan hubungan dengan klien.
Perjalanan Rahmat di industri perhotelan dimulai setelah menyelesaikan pendidikan Diploma 1 Perhotelan Ariyanti pada 2010. Ia mengawali karier melalui praktik kerja lapangan, pekerjaan casual harian, hingga menjadi daily worker di sejumlah hotel, khususnya di Kota Bandung.
Pada 2012, Rahmat sempat mengambil keputusan untuk berpindah haluan ke industri pertambangan. Namun, perjalanan tersebut hanya berlangsung sekitar satu tahun. Pada 2013, ia kembali ke industri hospitality yang menjadi bidang utama dalam perjalanan profesionalnya.
Kembalinya Rahmat ke dunia perhotelan dimulai dari posisi waiter, kemudian berlanjut sebagai barista. Setelah tiga bulan menjadi barista, ia mendapatkan kesempatan mengisi posisi admin sales. Dari posisi tersebut, kariernya berkembang hingga dipercaya menjadi Sales Executive.
Rahmat kemudian mencoba memperluas pengalaman dengan menjajaki pasar di Jakarta. Setelah itu, ia kembali ke Bandung dan bergabung dengan hotel lain dengan posisi Assistant Sales Manager. Pengalaman serta jaringan yang dibangun selama perjalanan karier menjadi modal ketika pada 2018 ia bergabung dengan Sutan Raja Hotel & Convention Centre Soreang Bandung.
Hingga kini, Rahmat dipercaya sebagai Director of Sales & Marketing. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab membawa nilai dan citra hotel sekaligus memastikan kenyamanan serta kepuasan tamu. Di sisi internal, ia juga berupaya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi karyawan dan pemilik hotel.
Salah satu pencapaian yang dinilai penting Rahmat selama bergabung dengan Sutan Raja Hotel adalah menjaga kesejahteraan karyawan melalui nilai service charge yang stabil dibandingkan tahun-tahun sebelum dirinya bergabung. Kondisi tersebut turut menunjukkan peningkatan dari sisi tingkat hunian atau occupancy, kegiatan pertemuan, serta kepuasan tamu untuk kembali ke hotel.
Di tengah persaingan industri perhotelan, Rahmat melihat Sutan Raja Hotel memiliki sejumlah keunggulan yang dapat dimaksimalkan. Hotel memiliki area yang luas, lahan parkir memadai, ruang pertemuan dengan kapasitas hingga 1.000 orang, serta 171 kamar dengan luas sekitar 32 meter persegi.
Produk kamar yang tersedia meliputi tipe deluxe, grand deluxe, dan executive room yang dilengkapi balkon serta bathtub. Hotel juga memiliki Junior Suite seluas 64 meter persegi dengan living room dan dua kamar mandi. Fasilitas publik seperti kolam renang dan pusat kebugaran turut menjadi bagian dari daya saing hotel.
Dari sisi lokasi, Sutan Raja Hotel memiliki akses yang mendukung pengembangan bisnis. Hotel berjarak sekitar lima menit dari pintu tol utama Soreang dan tiga menit dari Kantor Pemerintahan Kabupaten Bandung. Lokasinya juga dekat dengan sejumlah destinasi wisata seperti Ciwidey dan Pangalengan.
Untuk mempertahankan pendapatan dan tingkat hunian, Rahmat menerapkan sejumlah strategi penjualan. Salah satunya dengan mengoptimalkan kanal Online Travel Agent (OTA) dan menerapkan dynamic rates agar pendapatan tetap terjaga sesuai kondisi pasar.
Strategi tersebut dilengkapi dengan pendekatan secara langsung melalui hubungan dengan para klien. Menurut Rahmat, hubungan yang baik dengan pelanggan tetap menjadi bagian penting dalam mempertahankan bisnis hotel, terutama di tengah persaingan yang semakin dinamis.
Selain penjualan, penguatan branding menjadi bagian dari strategi Rahmat. Pemanfaatan media digital dilakukan untuk meningkatkan brand awareness, sementara kegiatan seperti charity, wedding exhibition, table top, dan berbagai ajang promosi dimanfaatkan untuk memperkenalkan sekaligus mempertahankan nilai hotel.
Dalam mengelola tim Sales & Marketing, Rahmat menilai setiap individu memiliki peran yang saling berkaitan. Karena itu, ia berupaya membangun hubungan kerja yang nyaman, memberikan perlindungan, serta memastikan perlakuan yang adil kepada anggota tim.
Menurutnya, lingkungan kerja yang sehat dapat menjadi sumber motivasi bagi karyawan untuk terus berkarya dan meningkatkan kinerja. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencapai target divisi Sales & Marketing secara berkelanjutan.
Melihat prospek industri, Rahmat menilai bisnis perhotelan masih memiliki peluang yang menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan. Namun, pelaku industri harus mampu mengikuti kebutuhan dan perkembangan ekspektasi tamu dari waktu ke waktu.
Karena itu, peningkatan dan renovasi sejumlah fasilitas serta pengembangan variasi menu makanan dinilai perlu dilakukan agar hotel tetap kompetitif. Adaptasi terhadap perubahan kebutuhan konsumen menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan daya saing hotel.
Bagi Rahmat, perjalanan di dunia hospitality pada akhirnya bukan hanya tentang menjual kamar atau fasilitas hotel. Visi yang dibawanya adalah menjual jasa pelayanan untuk menciptakan kepuasan tamu, meningkatkan kesejahteraan karyawan, sekaligus memberikan kemakmuran bagi pemilik.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan memperluas koneksi, terus melakukan inovasi, menjaga kualitas pelayanan, serta mempertahankan citra Sutan Raja Hotel & Convention Centre Soreang Bandung. Dengan pendekatan tersebut, Rahmat ingin pertumbuhan bisnis hotel dapat berjalan beriringan dengan kepuasan tamu dan kesejahteraan karyawan.

